Roni Abdul Fattah, Lc., MA.
Kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam adalah salah satu karya monumental dalam tradisi literatur Islam yang mendokumentasikan kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara utuh. Kitab Sirah ini adalah salah satu referensi utama tentang kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan penyempurnaan dari karya sebelumnya, yakni Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibnu Ishaq. Ibnu Hisyam melakukan berbagai penyuntingan dan penyederhanaan terhadap karya Ibnu Ishaq untuk menjadikannya lebih relevan dan dapat diakses oleh kaum muslimin pada masanya dan pada masa kita saat ini juga.
Tahun Penulisan dan Latar Belakang
Kitab Sirah Nabawiyah ini disusun pada awal abad ke-9 M, atau sekitar awal abad ke-3 H. Ibnu Hisyam, penulis kitab ini memiliki nama lengkap Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al-Mu’afiri Al-Bashri, yang lahir di Bashrah (tanggal kelahiran tidak diketahui). Menimba ilmu di Bashrah, ketika dewasa pergi ke Mesir dan menetap disana. As-Suhaili menyampaikan bahwasanya Ibnu Hisyam meninggal dunia tahun 213 H di Al-Fushthath Mesir, sedangkam Imam Adz-Dzahabi menyampaikan bahwa Ibnu Hisyam meninggal dunia pada tanggal 13 Rabiul Awwal tahun 218 H (Mei 834 M). Ia dikenal sebagai seorang sejarawan dan filolog yang mendalami literatur Arab.
Kitab ini ditulis sekitar tahun 833 M, sebagai respons atas kebutuhan umat Islam akan catatan biografi Nabi yang lebih sistematis dan valid. Karya ini didasarkan pada manuskrip Ibnu Ishaq (As-Sirah An-Nabawiyyah), yang merupakan sumber primer tetapi tidak utuh. Dalam menyusun kitabnya, Ibnu Hisyam mengambil inti dari karya tersebut, menyederhanakan narasi, dan menambahkan komentar kritis.
Durasi Penulisan
Meski tidak terdapat catatan pasti mengenai berapa lama waktu yang dihabiskan Ibnu Hisyam untuk menyusun kitab ini, banyak sejarawan memperkirakan bahwa proses penulisan berlangsung selama beberapa tahun. Hal ini dikarenakan Ibnu Hisyam harus menyaring, memverifikasi, dan menyusun kembali data yang begitu kaya dan kompleks dari berbagai sumber yang diwariskan oleh Ibnu Ishaq.
Pekerjaan ini juga melibatkan studi mendalam terhadap tradisi lisan, dokumen tertulis, serta telaah terhadap aspek-aspek bahasa dan sastra untuk menjamin keakuratan narasi sejarah.
Metode Penulisan
Metode yang digunakan oleh Ibnu Hisyam dalam menyusun Sirah Nabawiyah mencakup beberapa pendekatan utama:
- Seleksi Narasi
Ibnu Hisyam tidak memasukkan semua riwayat dari karya Ibnu Ishaq. Ia meninggalkan kisah-kisah yang dianggap tidak relevan, terlalu panjang, atau mengandung unsur yang kontroversial. Fokusnya adalah menyampaikan informasi yang benar-benar penting dan kredibel.
- Pemurnian Bahasa
Ibnu Hisyam dikenal sangat memperhatikan aspek linguistik dan gaya bahasa, karena ia memang dikenal sebagai pakar ilmu nahwu (gramatika bahasa Arab). Dalam penulisan kitab Sirah ini, ia memperbaiki narasi yang dianggap terlalu berat atau kurang terstruktur untuk memberikan kejelasan kepada pembaca.
- Verifikasi dan Kritik
Ibnu Hisyam memverifikasi riwayat yang ia gunakan dengan mencocokkannya pada tradisi lisan yang kuat dan riwayat lain dari sumber yang terpercaya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keotentikan karya.
- Penyajian Secara Kronologis
Kitab Sirah Nabawiyah disusun dalam urutan kronologis, dimulai dari Nasab dan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga wafatnya. Hal ini memudahkan pembaca untuk mengikuti perjalanan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan alur yang jelas.
- Penyingkapan Unsur Keagamaan dan Spiritual
Selain fakta sejarah, Ibnu Hisyam juga memberikan perhatian pada aspek-aspek spiritual dan keagamaan yang terkandung dalam peristiwa kehidupan Nabi. Ini membuat karya ini tidak hanya menjadi dokumen sejarah tetapi juga panduan moral dan spiritual.
Pengaruh dan Pentingnya Kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
Kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam menjadi salah satu referensi utama bagi ulama dan sejarawan dalam mempelajari kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karya ini tidak hanya diterima secara luas oleh umat Islam tetapi juga menjadi landasan penting bagi karya-karya sejarah Islam berikutnya.
Pengaruhnya begitu besar hingga kitab ini diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi sumber utama dalam kajian Islam klasik maupun modern. Bahkan para Ulama dan Sejarawan setelahnya memberikan syarah atau penjelasan yang lebih lengkap lagi. Diantara Syarah kitab ini yang paling terkenal adalah kitab Ar-Raudhul Unuf yang ditulis oleh As-Suhaili (1114–1185 M), sekitar tahun 1180 M.
Kitab Ar-Raudhul Unuf ini merupakan salah satu syarah yang paling terkenal atas Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam. As-Suhaili memberikan analisis linguistik, historis, dan kultural yang kaya terhadap narasi dalam kitab Ibnu Hisyam. Fokusnya adalah pada makna-makna tersirat dalam teks serta relevansi historis dari peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
Kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam adalah hasil karya ilmiah yang penuh dedikasi. Dengan metode seleksi, penyuntingan, dan verifikasi yang ketat, kitab ini berhasil menyajikan narasi kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara otentik, komprehensif, dan inspiratif. Sebagai warisan sejarah, kitab ini tetap relevan hingga saat ini dalam memahami sejarah dan nilai-nilai Islam.
Daftar Pustaka
١. الروض الأنف في شرح السيرة النبوية
تأليف : عبد الرحمن بن عبد الله بن أحمد بن أبي الحسن الخثعمي السهيلي
٢. سير أعلام النبلاء
تأليف : الإمام شمس الدين محمد بن أحمد ين عثمان الذهبي
٣. السيرة النبوية لابن هشام تحقيق الشيخ مصطفى العدوي